Kesederhanaan
Saya orang yang sederhana.....
Saya suka semua yang sederhana.
Hal yang neko-neko sungguh bukanlah saya
Apa yang terlihat, sebaiknya itulah yang sebenarnya....
karena harus menebak apa yang tersirat, sungguh menguras energi
padahal, masih banyak hal positif yang memerlukan simpanan energi,
jadi sayangkan kalau energi dihabiskan cuma buat main tebak-tebakan.
Hal yang sederhana, menurut saya biasanya keluar dari kedalaman hati.
Hati yang mencoba menerima semua orang apa adanya, hitam dan putihnya manusia
tanpa memandang siapa dia, apa yang dia punya....
karena bagi saya, manusia adalah manusia.
Bisa salah, bisa terpeleset, bisa berbuat yang menakjubkan,bahkan bisa juga bertobat dan memperbaiki diri.
Dengan kesederhanaan, saya mendidik Fathimah.
Tidak perlu meminjam barang-barang orang lain, pakai saja punya sendiri.
Toh, dengan segala ketidakpunyaan, kita tetap diberi akalbudi untuk mengatasinya.
Tak ada rotan, akar pun jadi.
Tidak perlu iri, ingin menyamai kepunyaan orang lain
Kalau memang Allah menginginkan kita memiliki sesuatu, suatu saat nanti, kita pasti akan punya.
Kalau Allah tidak menghendaki kita miliki benda tersebut, walaupun kita berusaha setengah mati, tetap kita tidak akan punya......
Tidak perlu malu dengan apa yang kita miliki, walau beda dari orang lain.
selama itu bukan dari sesuatu yang mengganggu orang lain dan melanggar perintah Allah.
Dengan kesederhanaan, aku menyadari,
Allah memberikan kita lebih besar, lebih banyak, lebih bagus dan lebih segalanya dari yang lain
dan Allah mengukurnya dengan pas, sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan kita....
Terima saja dan bersyukur saja......
dengan kesederhanaan, saya sungguh menikmati hidup....
dengan kesederhanaan, saya menikmati naik turunnya kehidupan...
dengan kesederhanaan, saya sering melahirkan pertanyaan-pertanyaan yang tidak sederhana...
Namun, dengan merefleksikan pertanyaan- pertanyaan itu, menuntun saya kembali kepada kesederhanaan...
Saya sungguh mencintai semua yang sederhana.................

Komentar
Posting Komentar