Langit itu berbicara, Abi......
Catatan hari ini
6 Maret 2014
Abi, waktu pulang kerja, umi melihat langit.
Warnanya kelabu
ada bercak merah.
Sontak umi teringat pada perkataan abi tentang cara lain menentukan waktu sholat magrib jika tidak
terdengar adzan.
Ingatan umi juga langsung pergi ke masa bertahun-tahn lalu.
Saat seorang ibu, orang tua murid umi di Mentari, berkata betapa beliau
mengagumi kebesaran Allah yang telah membagi waktu menjadi lima dengan
perbedaan yang jelas. Kejelasan perbedaan ini dirasakan waktu beliau sakit, tidak
bisa beraktivitas, hanya berbaring saja. Dengan hanya merasa dia dapat
mengetahui kapan waktu subuh, dzuhur, ashar, magrib, dan isya.
MasyaAllah
...............
Umi langsung berpikir......
Selesai subuh, itu waktu pagi.
Selesai dzuhur itu masuk waktu siang
Selesai ashar itu masuk waktu sore
Selesai magrib itu masuk waktu malam
Selesai isya itu masuk waktu manusia untuk beristirahat.
Setiap jeda waktu harus dimulai dengan doa dan syukur terlebih dahulu.
Masya Allah, sungguh besar kebesaranNya....
Pencipta langit dan bumi beserta isinya......
Membuncah rasa di dada terasa nyata
Terima kasih abi,...
Sudah membawa umi ke hal yang begitu indah.
Semoga abi mau dan akan selalu membimbing umi sehingga kita
bisa mencapai jannah bersama....
Mengingat hari ini, menambah rasa sayang umi kepada abi...
Terimakasih, abi,
Assalamu’alaikum
Rita ‘Halimah’ Helianty, Uminya Fathimah Hasna Hanifah
Komentar
Posting Komentar