Aku Enggan Punya Peliharaan







Ini kisah kelamku,
Dulu, aku punya anjing. Blacky namanya. Sampai sekarang kalau aku ingat dia, aku sedih sekali. Aku menyia-nyiakan dia. Aku sayang pada dia, dia juga sayang aku. Masalahnya, aku bukan orang yang telaten mengurus sesuatu. Mengurus di ri sendiri saja aku kebanyakan excuse nya. Misalnya makan, yang penting makan. Bergizi atau tidak, itu urusan nanti. (Aku kayaknya juga harus minta maaf pada diriku sendiri ni). Blacky menjadi korbanku. Karena gak pernah masak, aku kadang lupa kalau dia perlu makan. Karena sibuk kerja dan pulang malam, aku jarang sekali mengajaknya jalan-jalan. Ingin sih....... tapi selalu ada excuse. Ah udah malam, nanti aja deh...... Padahal dia senang diajak jalan-jalan..... dan dia selalu setia.
Sampai suatu saat dia hilang. Entah kemana. Dan kenangan Blacky tak pernah hilang dari ingatan. Setiap mengingat Blacky, ada kangen, ada sesal, ada sayang dan selalu ada tangis.
Sejak itu aku tidak mau punya peliharaan. Mengurus diri sendiri aja gak becus, gimana ngurus makhluk hidup yang lain.

Sekararang aku punya Fathimah. Ia makhluk hidup baru yang dititipkan  dan dipercayakan Allah padaku.
Bukannya menyamakan Fathimah dengan Blacky, tapi setiap melihat atau mengingat Fathimah, aku selalu diingatkan akan kekuranganku pada Blacky. Hal ini menjadi peringatan agar aku merawat Fathimah dengan baik.
Mudah-mudahan aku bisa menjadi umi yang baik buat Fathimah.
Moga2 rasa sesal pada Blacky, pelan-pelan bisa terkikis dengan merawat Fathimah dengan telaten.

Aku kangen sekali pada Blacky, satu-satunya hewan peliharaanku.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ragam Budaya Indonesia di MISJ

Langit itu berbicara, Abi......

Oooo, Kamau ketahuan