Sebuah Kisah di Balik Sepotong Bolu Kukus



(Late Post)
Bolu kukus yang sempurna adalah yang mekar dengan indah. Bolu kukus yang ini adalah yang spesial. Ia tidak tertawa (mekar sempurna), namun ia tidak pula bersedih (bantat). Bolu ini TERSENYUM.  Ia ingin mengingatkan kepada kita bahwa di dunia ini tidak melulu hal-hal yang melelahkan, juga tidak melulu hal-hal yang menggembirakan. Hidup ini ada suka, ada duka. Hidup itu kadang mendaki, kadang menurun.  Kata orang Singapura ‘Avarage lah……’ Karena hidup itu begitu, terima saja dan jalani. Tersenyum saja lah…… Dalam hidup lebih banyak hal yang membuat kita tersenyum daripada tertawa atau menangis.

Untuk menjadi sepotong bolu kukus, ia tidak dapat sendiri. Ia memerlukan banyak hal, mulai dari telur, gula jawa, soda kue, tepung terigu, minyak, air dan api. Ia juga memerlukan dandang, kertas kue, serta cetakan. Kita pun sama  dengannya. Untuk menjadi sosok diri yang utuh, kita memerlukan orang lain, dukungannya, perhatian, bahkan juga masukan  yang menyakitkan dari sekeliling kita. Kita besar karena bersama.

Bolu kukus ini sesuatu yang sederhana. Warnanya coklat saja, tidak berwarna warni. Sesuatu yang sederhana, bisa dinikmati dan berguna untuk orang lain, apalagi kita yang berwarna warni seperti ini…………

Kita yang berwarna-warni dan dalam kebersamaan tentu dapat menjalani tahun pelajaran ini dengan tersenyum.

Welcome Home Colleague!
Selamat tahun ajaran 2008/2009


Salam manis, Rita Helianty

Komentar