Kalo Dia Gak Mau, Gimana?
Gue mau dia jujur sama gue!
Begitu kata fulanah sambil marah
setelah diceritakan perselingkuhan suaminya, fulan, oleh iparnya.
Ditimpali lah.
Kalo sudah tahu mau apa?
Gue minta cerai!
Anak-anak gimana?
Gue tinggal, biar tahu rasa!
Apa gak kangen sama anak-anak? Apa
tega ngeliat anak-anak gak keurus?
Fulanah terdiam.
Lalu nangis, jadi gue mesti apa?
Hati gue sakit tahu!
Iya, gue tahu hati elo pasti sakit. Gue uda
ngelewatin itu. Kalo gue, waktu itu diem aja, gak ngumbar marah. Gue pikir
keras apa yang sebenarnya yang gue mau. Baru gue bicara.
Iya, gue mau dia jujur sama gue.
Kalo dia gak mau jujur, elo mau apa?
Kalo sampe elo tusuk piso, dia gak mau jujur,elo mau apa?
Fulanah diem. Jd gue mesti apa?
Diem n mikir. Jangan sampe kita mau
sesuatu yang diluar kemampuan kita. Juga jangan mengatakan apa yang tidak
mungkin kita jalankan.
Misalnya apa?
Misalnya, gue akan sabar, ato gue
akan maafkan, ato gue akan ninggalin dia, ato apalah yang dimulai dengan kata
gue dilanjutkan dengan kata akan. Ini penting, karena kita gak bisa memaksa
orang lain melakukan sesuatu yg kita mau. Seseorang akan melakukan sesuatu
berdasarkan keinginan nya sendiri. Elo bisa bilang juga gue maafin elo tapi gue
merasa elo gak menghargai gue. Mungkin bukan dia tdk pernah menghargai kita,
cuma saat ini kita yang merasa. Dia gak bisa nyalahin kita. Kan ini perasaan
milik kita. Oh! Nah, elo sekarang diem n pikir mateng2. Baru ngomong. Pikirin
terus mau apa.
Kita punya jiwa yang punya keinginan untuk dihargai, dengan cara didengarkan apa maunya. Jangan biarkan ledakan emosi merancaukannya. Juga, jangan terlalu menginginkan sesuatu dari orang lain. Biarkan jiwa kita bebas menjadi dirinya. Kalau kita ingin berubah menjadi lebih baik, biarkan berubah karena jiwa kita menginginkannya, bukan karena disuruh, ato biar orang berubah juga. Jangan! Kalau dengan perubahan kita, orang lain berubah, itu bonus buat kita. Tapi kalo tidak, minimal kita sudah mendengarkan jiwa kita dan mendekati kebaikan.
Jadi, ayo dengarkan keinginan sejati dari jiwa kita.
Kita punya jiwa yang punya keinginan untuk dihargai, dengan cara didengarkan apa maunya. Jangan biarkan ledakan emosi merancaukannya. Juga, jangan terlalu menginginkan sesuatu dari orang lain. Biarkan jiwa kita bebas menjadi dirinya. Kalau kita ingin berubah menjadi lebih baik, biarkan berubah karena jiwa kita menginginkannya, bukan karena disuruh, ato biar orang berubah juga. Jangan! Kalau dengan perubahan kita, orang lain berubah, itu bonus buat kita. Tapi kalo tidak, minimal kita sudah mendengarkan jiwa kita dan mendekati kebaikan.
Jadi, ayo dengarkan keinginan sejati dari jiwa kita.

Komentar
Posting Komentar