Timun Mas Ala Umminya Fathimah

Fathimah senang sekali mendengarkan cerita.
Sebelum tidur, itu adalah waktu mesra antara umminya dengan Fathimah.
Salah satu cerita yang paling sering diulang adalah cerita Timun Mas.
Begini ceritanya:

Pada jaman dulu, ada seorang nenek. Nenek itu kesepian. Dia tidak punya anak. Lalu nenek itu pergi ke seorang raksasa, Pilihan yang salah............ 
Kenapa? Karena sang raksasa meminta seapisuatu yang sangat berat. Sang Nenek harus memberikan anaknya kepada sang raksasa untuk dimakan, kalau si anak susah besar.
Seharusnya sang nenek meminta pada Allah saja. Tentu Allah tidak akan memberikan syarat demikian. Allah pasti membantu kita. Seandainya keinginan kita tidak diberikan, tentu Allah punya rencana lain untuk kita. (ummi aja berdoa kepada Allah supaya diberi anak yang sehat, sempurna fisik dan jiwanya, anak yang cerdas, anak yang sholeha, anak yang cantik.... eh Allah kasih Fathimah ke ummi)

Si Nenek menyanggupi syarat si raksasa. Raksasa memberikan biji mentimun yang kemudian ditanam oleh sang nenek. Benar saja, di antara buah mentimun itu ada satu yang besar, ketika dibelah dengan hati-hati, ada seorang bayi. Bayi ini kemudian diberi nama Timun Mas.

Sang nenek sangat mencintai Timun Mas (seperti ummi mencintai Fathimah). Tapi setiap waktu, sang Nenek khawatir. Dia khawatir raksasa akan datang untuk makan Timun Mas.
Akhirnya si Nenek memohon ampun pada Allah.... dia minta tolong sama Allah....
(mulai deh Fathimah bergaya berdoa minta ampun). 
Allah senang pada umatNya yang bertobat dan meminta pertolongan dariNya. Allah pun menolong si nenek lewat orang lain. 

Si nenek segera menghampiri Timun Mas untuk memberikan bekalnya. Timun Mas pun disuruh lari secepat mungkin. Namun, karena langkah raksasa besar, Timun Mas berhasil dikejar. Segera Timun Mas melemparkan jarum ke belakang. Raksasa seketika dililit oleh ranting berduri..

Aduh..........aduh.............. begitu kata raksasa 
(Fathimah pun bergaya dan berkata "begini ya mi?")

Timun Mas lari secepat mungkin. Raksasa berhasil melepaskan diri dari ranting berduri itu dan berhasil mengejar Timun Mas,
Kembali Timun Mas melempar terasi ke belakang.

Seketika, si raksasa sudah berada di dalam lumpur. 

Tolong...... tolong.......... begitu kata raksasa.
Tidak ada yang menolongnya. 

Timun Mas melarikan diri secepat mungkin. Sayang sekali, raksasa yang berhasil keluar dari lumpur, kembali berhasil mengejarnya lagi.

Terakhir, Timun Mas melempar garam Raksasa itu pun jatuh ke dalam laut. karena ombaknya besar, dan raksasa tidak bisa berenang, raksasa pun meninggal. Timun Mas selamat.

Timun Mas kembali ke neneknya. Mereka hidup bahagia. 

Sejak itu, Nenek dan Timun Mas, tidak putus berdoa kepada Allah. Meminta pertolongan juga berterima kasih.
(Fathimah pun bergaya dan berkata "begini ya mi?")

Nah, Fathimah........... ingat, kita harus selalu berdoa kepada Allah... jangan kepada yang lain selain Allah.
dan satu hal lagi, kita juga mesti belajar berenang..................

(selesai deh ceritanya. Kadang ditutup dengan "tidur yuk mi. aku sudah ngantuk" kadang juga disertai dengan "cerita lagi mi, cerita lagi")



 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ragam Budaya Indonesia di MISJ

Langit itu berbicara, Abi......

Oooo, Kamau ketahuan