Cara Menulis Resume dengan Cepat
Resume dalam bahasa Indonesia
berarti ringkasan atau
rangkuman dari sebuah pembahasan atau cerita. Resume merupakan cara efektif untuk
menyampaikan inti dari sebuah informasi.
Resume penting karena menolong pembaca untuk memahami informasi
dengan sejelas-jelasnya.
Resume atau ringkasan yang cepat merupakan andalan seseorang untuk menuliskan
pemahamannya akan sebuah permasalahan. Ketika kita menunda membuat ringkasan,
tentu ada informasi yang terlewat. Untuk itulah kecepatan membuat ringkasan
merupakan sebuah keterampilan yang perlu dimiliki seorang pembelajar.
Salah satu trik yang disampaikan Ibu Maesaroh, M.Pd.,
seorang guru di SMPN 1 Lebakgedong, Kabupaten Lebak, Banten adalah menggunakan
dua buah gawai. Satu gawai digunakan untuk menyimak materi, sementara gawai
yang lain untuk membuat ringkasan.
Menulis resume sama seperti menulis artikel atau cerita
lainnya, perlu memiliki karakter, dalam hal ini gaya menulis,
pilihan kata, juga ciri khas tertentu lainnya. Hal itu akan membedakan kita
dari penulis lain sehingga kejujuran menulis akan terasa dalam setiap kata dan
kalimat yang tertera.
Salah satu cara menarik dalam menulis ringkasan adalah menyisipkan kutipan dari orang
yang informasinya kita ringkas, atau kutipan orang lain yang selaras dengan informasi
tersebut. Selain itu, dengan menyisipka kutipan, tulisan kita akan semakin bervariasi.
Kutipan juga bisa menjadi penghubung antara informasi dengan pengetahuan kita
terdahulu.
Beberapa tips yang Ibu Mae berikan agar kita bisa menulis
ringkasan sebuah materi pembelajaran dengan cepat adalah
1.
Siap.
Kita harus siap secara mental dan material.
Siap secara mental berarti kita hadir sepenuhnya, menyiapkan seluruh panca
indera untuk menangkap ilmu pengetahuan. Siap secara material artinya,
perangkat yang akan kita gunakan tersedia dengan baik. Kesiapan ini juga
berlaku dalam menjaga konsistensi dalam berkarya.
2.
Menuliskan narasi dengan tepat.
Narasi pembuka berhubungan dengan materi yang
ingin dibahas oleh narasumber. Narasi penutup berisi kesimpulan dari pemaparan
yang dituliskan. Narasi pembuka dan penutup sudah dapat kita buat garis
besarnya sebelum materi dimulai.
3.
Tulislan ringkasan dalam paragraph yang
pendek-pendek.
Semakin singkat, hanya intinya saja,
semakin cepat kita mengikuti irama pembicaraan. Selain itu, paragraph yang
singkat akan memudahkan pembaca memahami isi ringkasan kita.
4.
Penyataan penulis dituliskan dengan gaya bahasa paralelisme.
Maksudnya, penyataan pembicara kita tangkap
intinya, lalu kita tuliskan dengan Bahasa atau kata-kata sendiri namun masih
memiliki arti yang sama. Jangan lupa menggunakan tanda kutip jika kita menuliskan
kutipan perkataan seseorang.
Hal yang tabu dilakukan adalah plagiarisme.
Plagiarisme adalah perbuatan menjiplak atau mengambil karangan, pendapat, atau
tulisan seseorang dan menjadikannya sebagai karyanya sendiri.
Biasanya,
seorang melakukan plagiat karena mengalami kebuntuan ide atau merasa terdesak
waktu untuk menghasilkan karya sesuatu. Untuk menghindari hal tersebut, Ibu Mae
menyampaikan beberapa cara, yaitu
1.
Percaya diri.
Kita percaya akan kemampuan kita sehingga dapat menghargai setiap karya yang
kita keluarkan.
2.
Siap menerima kritikan.
Kritik akan membantu kita menyempurnakan hasil karya kita.
3.
Banyak membaca
sehingga dapat menjadi penulis blog yang informatif dan edukatif.
4.
Miliki berbagai blog dengan genre berbeda. Hal
ini dapat membuat pembaca menemukan sisi yang berbeda dalam setiap tulisan
kita.
Demikian pemaparan Ibu Mae dalam pendampingan pertemuan ke 2 Kelas Belajar Menulis , Rabu, 14
Juli 2021.

Kupas tuntas materi pembicara dengan bahasa yang mudah dipahami. Mantap. Semangat terus, Ibu.
BalasHapusTerima kasih, Bu
HapusIbu di kelas menulis gel. Berapa? Apa kita satu kelas ? Saya di gel. 20
BalasHapusSaya di gelombang 19. Salam kenal, Bu
Hapus