Passion dan Tulisan
Kita akan melihat passion seseorang jika ia fokus melakukan sesuatu dengan semangat yang selalu baru. Apakah seseorang yang memiliki passion tertentu tidak pernah gagal? Kegagalan merupakan proses untuk maju dan berkembang. Passion akan membuat kejatuhana tersebut menjadi sebuat cambuk yang membuat seseorang sanggup bangkit dengan semangat baru dan mencari terobosan baru untuk memperbaikinya. Seperti pepatah lama yang mengatakan usaha tidak pernah mengkhianati hasil, begitu juga passion. Passion akan membawa kesuksesan dalam pekerjaan seseorang, bisa dalam karir atau pun usaha lainya. Hasil pekerjaan seseorang yang didasari passion tentu akan berbeda rasanya dengan pekerjaan yang dikerjakan karena memang harus dikerjakan.
Menulis. Ada apa dengan menulis?
Menulis berarti mengubah gagasan, ide, atau perasaan, menjadi simbol-simbol yang lebih dikenal dengan huruf dan kalimat, lalu menyusunnya menjadi sebuah paragraf, bab, dan buku. Gagasan yang dituangkan semestinya dapat dipahami oleh orang yang membacanya.
Mengapa menulis?
Tuhan menciptakan manusia dengan 5 panca indera. Setiap sosok yang tercipta diberikan karunia yang lekat dengan salah satu indera tersebut. Ada orang yang mudah mengeluarkan kata-kata yang mengilhami atau memotivasi orang lain. Ada orang yang dapat mencurahkan rasa melalui masakannya, mencium wanginya saja sudah membuat gembira apalagi jika lidahnya ikut merasa. Ada orang yang berarti bagi orang lain dengan hanya mendengarkan. Menulis, bagi saya, memadukan kelima panca indera itu ke dalam sebuah harta di dalam diri, yaitu rasa, perasaan.
Mata melihat, telinga mendengar, tangan meraba, hidung mencium, lidah merasa. Semua itu dikirimkan ke dalam pikiran untuk direfleksi. Hasil refleksi dikirim ke dalam rasa. Rasa itulah yang akan muncul dalam bentuk tulisan. Tulisan muncul dalam keheningan setelah semua panca indera bekerja dengan sibuknya. Tulisan muncul dari ke dalam pikiran. Tulisan mampu terbang ke alam bebas tanpa halangan menyampaikan pengertian terdalam. Tulisan selalu dibaca karena mata selalu berusaha menghilangkan dahaganya.
Menulis tidak melulu karena ingin menghasilkan sesuatu. Kadang tulisan lahir dari kegundahan yang ingin mencari ketenangan. Tulisan kadang lahir dari carut marut nya pikiran agar terurai sehingga jelas pokoknya. Tulisan juga dapat lahir dari sebuah kebahagiaan yang ingin berbagi dengan orang lain.
Passion dan tulisan
Tulisan yang muncul dari kedalaman akan sangat berarti jika passion bermain di dalamnya. Tulisan akan terwujud seperti jiwa. Tulisan yang dilandasi passion akan dapat menyampaikan kegundahan dan ide langsung ke dalam hati dan jiwa pembacanya.
Passion membawa penulis terus belajar mengembangkan teknik menulis. Passion membuat penulis tak henti berkarya menelurkan barisan kata. Passion juga yang menyemangati penulis ketika ide berkhianat.
Tak heran jika sebuah tulisan yang didasari oleh passion bisa membawa penulis ke hasil yang tak terduga-duga.
Lalu bagaimana passion bisa ditemukan?
Benar..... passion harus ditemukan. Ia tidak lahir dengan sendirinya. Ia muncul saat usaha sudah bekerja.
Semua usaha yang mempekerjakan panca indera akan membawa hasil. Mengamati lingkungan, membaca banyak hal, membaca tidak hanya dengan mata, tapi juga dengan pendengaran, penciuman, dan hasil meraba.
Kirimkanlah selalu hasil mengamati ke kedalaman jiwa yang kita namain refleksi.
Saat hasil refleksi akan muncul. diri perlu dilengkapi dengan banyak pengetahuan. Diskusi, belajar teknik menulis, mengamati kembali jika data belum mencukupi, juga merevisi tulisan yang sudah tersusun jika dirasa belum mengena. Belajar membuat kerangka agar tulisan mengalir runtut juga termasuk di dalam upaya melahirkan tulisan.
Tak lupa kerjakan. Menulis, menulis, dan teruslah menulis sehingga menulis sudah menjadi seperti udara untuk tubuh. Pembiasaan menjadi kuncinya. Dari pembiasaan, akan muncul rasa tak ingin lepas. Menulis, menulis dan teruslah menulis sehingga tanpa menulis hidup terasa kurang lengkap.
Saat itulah passion bekerja dalam gerilya.
Belajar, passion, dan menulis merupakan tiga hal yang menjadi sahabat karib tidak terpisahkan.
Ayo kita mulai mewujudkan diri dalam barisan kata agar diri kita tak lekang oleh waktu dan berarti untuk sesama.
Sebagai tugas 1 Pelatihan Belajar Menulis PGRI, Gelombang 19


terima aksih sdh mengerjakan tugasnya dengan baik
BalasHapusBelajar, menulis, passion....sip sip sip....
BalasHapusJadi paham soal passion dan menulis
BalasHapusTerimakasih informasinya Bunda, tulisannya menginspirasi. Salam kenal dari saya. Sudilah kiranya berkunjung ke blog saya Bunda
BalasHapusJadikan menulis sebagai passion,, Resume yg keren
BalasHapusResume keren. Salam kenal mampir ke blog ya
BalasHapusKereen bu..
BalasHapuswow... amazing
BalasHapusWah, ulasannya mantap sekali. Selamat berkarya ya, Bu.
BalasHapusMenrik dengan kata2 : passion harus ditemukan. Ia tidak lahir dengan sendirinya. Ia muncul saat usaha sudah bekerja.Sukses untuk kita semua
BalasHapusTerima kasih
HapusBlognya seger.. Hijau.. Adem.. Resume yang baik. Semangat terus ya
BalasHapusTulisan dengan warna yang berbeda, bagus sekali
BalasHapus