Cinta itu..................



“…… Cinta itu, Nak, datang kapan saja. Percaya kepadaku. Aku hidup tiga
puluh tahun lebih dulu daripada engkau!”
“Persetan dengan cinta.”
Aku tersenyum.
“Engkau mau aku menasehatimu?”
“Boleh,”katanya mematikan rokoknya.
“Orang yang akan berbagi hidup denganmu, bisa jadi bukan orang yang engkau
cintai. Tapi padanya, engkau punya perasaan percaya. Engkau percaya bahwa
dengan dia, engkau kuat. Engkau percaya , bahwa ia akan menjagamu. Engkau
percaya bahwa kalian melihat ke titik yang sama. Engkau percaya bahwa engkau
miliki hatinya.”
“Lantas?”
“Carilah orang itu. Dewi bukanlah untukmu. Karena engkau cinta buta. Engkau
cemburu. Engkau tergila-gila padanya.Carilah ,Nak. Orang yang ketika engkau
melihat matanya, engkau percaya.”
“Habis percaya lalu apa?”
“Dengar aku, Raja. Cinta itu memberi dan menerima. Engkau mencium, engkau
dicium. Bukan begitu? Berapa persen itu artinya, lima puluh persen.” Aku
letakkan cangkirku. “Tapi dengan percaya, engkau hanya memberi. Hanya
merawat. Hanya mengasihi. Seratus persen, perasaan itu milikmu. Engkau total
dengan itu. Dengar kataku. Suatu ketika, engkau akan terkejut, bahwa dengan
percaya ternyata engkau mencintai juga……”

kutipan dari cerpen SENJA DALAM BENJANA, karya Susi Hutapea, pemenang
penghargaan sayembara mengarang cerpen Femina 2002.
Femina no. 19/XXXI. 8 – 14 Mei 2003.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ragam Budaya Indonesia di MISJ

Langit itu berbicara, Abi......

Oooo, Kamau ketahuan