Dari balik jendela bis
Sore tadi
penjaja rokok berjalan sendiri
iseng,
membakar rumput
yang diam sedari tadi
Ia pun melangkah pergi
Rumput telah terbakar
Karena api dari korek apinya
Sesekali ia menoleh
Sesungging senyum di bibirnya
Ia terus berjalan
Tak selangkah pun tertahan
Meninggalkan rumput yang terbakar
oleh api yang semakin berkobar
tolehannya
memperlebar senyumnya
Ketika api mulai padam
tinggallah rumput yang mengelam
ia pun telah menghilang
sejenak teringatku akan dirimu
mungkinkah itu sosokmu
dalam perjalanan hidupku?
Jakarta, 31 Mei 2004
Saat hati bertanya-tanya
penjaja rokok berjalan sendiri
iseng,
membakar rumput
yang diam sedari tadi
Ia pun melangkah pergi
Rumput telah terbakar
Karena api dari korek apinya
Sesekali ia menoleh
Sesungging senyum di bibirnya
Ia terus berjalan
Tak selangkah pun tertahan
Meninggalkan rumput yang terbakar
oleh api yang semakin berkobar
tolehannya
memperlebar senyumnya
Ketika api mulai padam
tinggallah rumput yang mengelam
ia pun telah menghilang
sejenak teringatku akan dirimu
mungkinkah itu sosokmu
dalam perjalanan hidupku?
Jakarta, 31 Mei 2004
Saat hati bertanya-tanya
(late post)
Komentar
Posting Komentar