Mimpi yang Baru
Dulu, waktu Fathimah belum lahir,
ada teman yang bilang, kalau sudah punya anak, kita akan lebih sensitif kalo lihat anak-anak lain. Mulanya aku tidak percaya, tapi ternyata benar. Sekarang hati ini mudah sekali terenyuh kalau mendengar tawa atau melihat atau membaca tentang nasib anak-anak atau bayi-bayi yang terlantar, yang disia-siakan atau di bunuh dan disiksa. Pernah di tengah perjalanan keluar air mata sendiri mikirketika tiba-tiba teringat nasib anak tetangga yang
tersia-sia.
Hati yang melembut ini berkat Allah yang mengirimnya lewat Fathimah.
Semenjak itu, ingin sekali punya panti asuhan. Kalau ada orang tua yang tidak mau mengurus anaknya, sini deh, biar saya saja yang mengurus mereka. Abinya Fathimah juga sudah memberi ijin. Toh selama ini kami belum tahu ada panti asuhan yang salaf. Tapi mau mulai dari mana ya? Keadaan kami sekarang ini masih alhamdulillah passss sekali. Coba pikirkan. Ketika dimulai dari bayi Adit, sudah tampak tidak bisa Fathimah saja dititip ke tetangga ketika uminya bekerja....... hm...... susah juga ya.. Hati ini rasanya makin tersiksa kalau memikirkan bayi-bayi yang tersia-sia di luar sana.
Mudah-mudahan Allah mendengar niat ini dan mempermudahkan jalannya.
Aamiin Allahumma Aamiin.
Hati yang melembut ini berkat Allah yang mengirimnya lewat Fathimah.
Semenjak itu, ingin sekali punya panti asuhan. Kalau ada orang tua yang tidak mau mengurus anaknya, sini deh, biar saya saja yang mengurus mereka. Abinya Fathimah juga sudah memberi ijin. Toh selama ini kami belum tahu ada panti asuhan yang salaf. Tapi mau mulai dari mana ya? Keadaan kami sekarang ini masih alhamdulillah passss sekali. Coba pikirkan. Ketika dimulai dari bayi Adit, sudah tampak tidak bisa Fathimah saja dititip ke tetangga ketika uminya bekerja....... hm...... susah juga ya.. Hati ini rasanya makin tersiksa kalau memikirkan bayi-bayi yang tersia-sia di luar sana.
Mudah-mudahan Allah mendengar niat ini dan mempermudahkan jalannya.
Aamiin Allahumma Aamiin.
4 Februari 2010

Komentar
Posting Komentar